Diciptakan Sekitar 400 Tahun Lalu, Tari Topeng Losari Kedepankan Penokohan Cerita Panji

Tari Topeng Losari merupakan salah satu jenis tarian asal Indonesia yang sangat menarik untuk diulas. Diciptakan sekitar 400 tahun lalu, tarian ini awalnya diciptakan untuk menyebarkan agama Islam.

 

Secara keseluruhan, Tari Topeng Losari berbeda dari tari topeng lain yang ada di wilayah Cirebon. Jika umumnya tari topeng di Cirebon mengedepankan perkembangan sifat manusia yang menjurus ke nilai filosofis, Tari Topeng Losari lebih mengedepankan penokohan dari cerita Panji.

 

Di beberapa kesempatan, Tari Topeng Losari kerap dibawakan oleh Nur Anani M Irman atau yang sering disapa Nani Topeng Losari. Nani merupakan generasi ketujuh trah langsung penari Topeng Losari.

 

Dalam setiap penampilannya, Nani selalu menari dengan mata tertutup. Ia tak pernah mempedulikan jumlah penonton. Baginya, menari Topeng Losari sudah seperti berdoa kepada Tuhan, tubuh, dan bumi.

 

Tari Topeng Losari memiliki ciri khas tersendiri, jika dibandingkan dengan tari topeng gaya lain yang ada di Cirebon. Dalam Tari Topeng Losari, ada tiga gerakan yang menjadi ciri khasnya, yakni gerak Galeyong (gerakan badan didorong ke kiri dan kanan), Gantung Sikil (sikap gantung kaki), serta Naga Seser (kuda-kuda menyamping lebar).

 

Sebagai dalang Topeng Losari, Nani juga sukses mementaskan tarian tersebut di kancah internasional. Beberapa tahun lalu, ia menampilkan Tari Topeng Losari di hadapan ratusan penonton di gedung teater ASIEM, Paris, dalam acara Festival Europalia.

 

Dalam kesempatan tersebut, para penonton yang sebagian besar warga Prancis tampak terpukau sepanjang pertunjukan. Ketika pentas berakhir, tepuk tangan tak pernah berhenti, bahkan hingga sesi pengambilan foto. Penonton mengira, Nani akan kembali menyuguhkan beberapa gerakan lagi, seperti yang lazim terjadi di sejumlah acara di sana.

 

Tari Topeng Losari akan dipentaskan dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada 7-13 Oktober 2019 di Istora Senayan, Jakarta. Pertunjukan ini akan berlangsung di Panggung Kaebauk pada 7 Oktober 2019, pukul 19.15 – 19.45 WIB.

 

Ayo, Sahabat Budaya, datang dan saksikan keseruannya hanya di Pekan Kebudayaan Nasional 2019!

No Comments

Post A Comment