Akan Tampil di Pekan Kebudayaan Nasional 2019, ini 5 Fakta Menarik Barasuara yang Perlu Diketahui

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI akan menggelar Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Istora Senayan, Jakarta, pada 7-13 Oktober 2019. Selain menampilkan sejumlah pertunjukkan kebudayaan Indonesia, event akbar tersebut juga akan menyuguhkan hiburan musik yang menarik dari sederet musisi kenamaan Tanah Air.

 

Salah satu grup musik yang akan ‘menggebrak’ panggung Pekan Kebudayaan Nasional 2019 adalah Barasuara. Grup yang digawangi Iga Massardi, Gerald Situmorang, Marco Steffiano, TJ Kusuma, Asteriska Widianti dan Putri Chitara, ini akan tampil di Panggung Kaebauk pada hari pertama.

 

Sebelum menyaksikan penampilan memukau dari mereka, berikut kami beberkan 5 fakta menarik tentang Barasuara yang perlu diketahui:

 

Asal mula nama Barasuara

 

Iga mengungkap, awalnya ia tak tahu akan menyematkan nama apa pada grupnya tersebut. Karena tak mau terlalu filosofis, tercetuslah nama Bara ketika latihan. Namun, setelah ditelusuri, ternyata ada beberapa band yang memiliki nama sama.

 

Pencarian pun berlanjut dengan ide menambahkan kata lain setelah Bara. Ditemukanlah Baranada yang pada akhirnya kembali ditolak. Perumusan nama terhenti usai menemukan kata “Suara” dan jadilah Barasuara. Meski tak memiliki filosofi, padanan kata tersebut bagus menurut Iga.

 

Iga Massardi kerap memakai batik

 

Iga jadi personel Barasuara yang paling menonjol saat manggung. Ia selalu tampil rapi mengenakan batik. Menurutnya, orang Indonesia harus bisa melestarikan produk budayanya sendiri.

 

Asteriska Widianti jago hula hoop

 

Selain memiliki suara yang merdu, vokalis cantik Barasuara Asteriska ternyata juga memiliki kemampuan lain, yakni jago memainkan hula hoop. Selain itu, ia juga gemar berpelesir ke berbagai tempat menarik.

 

Kerap pakai lirik sastra dalam lagunya

 

Sebagian besar lirik lagu Barasuara diciptakan oleh Iga. Banyak orang yang menganggap lirik yang tersemat begitu indah dan puitis. Usut punya usut, hal tersebut ternyata tak lepas dari pengaruh ayah Iga yang merupakan sastrawan terkenal, Yudhistira ANM Massardi. Sejak kecil, Iga begitu dekat dengan karya sastra.

 

Memilih jalur indie

 

Meski tengah naik daun, Barasuara tak tertarik pindah jalur. Mereka tetap berada di jalur indie dengan idealisme masing-masing personel. Dengan begitu, mereka tetap bisa berkarya dengan hati dan kreatif tanpa ada batasan.

 

 

Siap bersenang-senang dengan Barasuara di Pekan Kebudayaan Nasional 2019?

1 Comment

Post A Comment